“Ga,
aku tahu kau senang sekali, tapi kukira tidak perlu sampai menangis.”
“Lihat itu!” Telunjuknya mengarah ke
monster.
Ia menatapku lembut. Tak kusangka
Regga memelukku.
“Monster itu,…
Aku takut, Fandy!” Regga mematahkan
dugaanku. Cepat ia melepaskan pelukannya, langsung berlari kocar-kacir.
Malangnya, guru menarik kerah
bajunya bagian belakang. Hebat, Regga
tak mampu berlaku. Alhasil, ia lari di tempat. Dan dengan satu gerakan
sangat cepat, tiba-tiba guru membawa Regga ke dekat monster. Lalu guru
melepaskan pegangannya sebelum ia
menghilang. Otomatis Regga berhasi lari. Malangnya lagi, tanpa Regga sadari,
larinya mengarah ke monster, ia menabrak si monster.
Sadar yang ditabraknya makhluk
mengerikan, Regga menjerit sekenanya, “Fandy, Guru, tttttlooooonggg!”
Monster itu geram dengan kelakuan
Regga. Ditendangnya Regga hingga tubuhnya terombang-ambing di udara. Regga
masih saja berteriak. Ia mendarat tepat di samping monster yang satunya.
Tatkala bangun, matanya seolah copot melihat yang di sampingnya juga monster.
“Aaaaaaaaaaaa!!!!!” Regga berteriak
lagi, lari lagi, dan monster mengejarnya sembari menyemburkan api. Mereka berlari
memutari kolam air mancur. Setiap kali monster menyemburkan api, Regga
berteriak sambil ke dua lengannya memegangi bokong.
Larinya tak beralih. Ia terus berlari cepat memutari
kolam, monster mengejarnya, namun monster jauh lebih cerdas dari pada Regga.
Monser memutar arah, dan “ciluk baa!” Regga yang tengah konsentrasi berlari
dikejutkan oleh sosok monster yang berdiri di depannya. Belum sempat Regga
berteriak, monster membungkamnya lebih dulu. Mulutnya menyemburkan api ke tubuh
Regga. Kausnya terbakar. Monster pun pergi sesudah berhasil menyerang
mangsanya. Sekejap Regga diam.
“Awwwww, panas, panas
panaaasssss!!!” Ia berteriak lagi. Lengannya dikibas-kibaskan di dekat api yang
membakar kausnya. Regga yang panik lupa kalau disampingnya air memancar. Aku
yang masih berdiri menikmati kejadian ini, dibuat tidak sanggup menahan tawa.
Tetapi, lama-lama aku iba melihatnya.
“Regga, nyemplung ke kolam!” Giliranku
yang berteriak. Tak butuh waktu, Regga menyemplungkan tubuhya ke kolam.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar